Rabu, 08 Juni 2022

Menulis Cerita Fiksi itu Mudah

Resume Pertemuan ke-10  Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Hari / tanggal    : Rabu,8 Juni 2022

Judul                 : Menulis Cerita Fiksi itu Mudah

Narasumber      : Sudomo, S.Pt.

Moderator         : Sigid Purwo Nugroho

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Assalamu'alaykum, selamat malam pembaca semua.

Alhamdulillah,,,Alhamdulillahirobbil'aalamiin.

Syukur tak henti dipanjatkan kehadirat Illahi Robby, malam ini masih diberi nikmat sehat dan kesempatan bersua dalam maya dengan orang-orang yang Maa Syaa Allah hebat. 

Pada pertemuan ke -10 ini materi diasampaikan oleh seorang narasumber hebat dengan segudang karya luar biasa. Inilah profil beliau:


 





Menulis bisa dikatakan mudah, bisa juga dikatakan sulit. Baik itu menulis fiksi atau non fiksi. Dasar utama dalam menulis fiksi adalah niat dalam diri atau Mulailah dari Diri . Menulis apa saja yang disukai atau menulis cerita pengalaman sendiri. Apapun ceritanya itu merupakan awal yang baik untuk memulai belajar menulis fiksi. 

Dengan niat yang kuat untuk mulai menulis fiksi yang bersumber dari pengalaman atau cerita yang disukai, mulailah untuk Eksplorasi Konsep. Dengan menggali berbagai pengalaman kemudian dituangkan dalam bentuk fiksi dapat melahirkan karya yang bernilai tinggi. Fakta menunjukkan bahwa genre fiksi 12% disukai pembaca, artinya genre fiksi termasuk memiliki nilai market yang tinggi. 

Bentuk - bentuk cerita fiksi antara lain :

🌺 Faksimini ( Beberapa kata yang menggambarkan satu cerita utuh )

🌺 Flash Fiction ( Jumlah kata khusus, misalnya 50 kata, 100 kata , dan lain-lain )

🌺 Pentigraf ( Cerita pendek tiga paragraf )

🌺 Cerpen ( Jumlah kata < 7000 kata )

🌺 Novelet ( Jumlah kata mulai dari 7.500 - 17.500 kata )

🌺 Novela ( Jumlah kata berkisar dari 17.500 - 40.000 kata )

🌺 Novel ( Jumlah kata lebih banyak dari 40.000 kata )

Perbedaan Tema dan Premis

Tema                                                                                    Premis

📓 Ide pokok cerita                                                              📕 Ringkasan cerita dalam satu kalimat

📓 Tips menentukan tema : dekat dengan penulis,              📕 Unsur - unsur premis : karakter, tujuan

     menarik perhatian penulis, bahan mudah diperoleh,            tokoh, rintangan / halangan, dan resolusi.

     dan ruang lingkup terbatas.

📓 Cara menentukan tema : menyesuaikan dengan             📕 Cara membuat premis : tulis masing - 

      minat, mengangkat kehidupan nyata, berimajinasi,             masing unsur pembentuknya kemudian

    membaca, dan mendengarkan curahan hati.                        rangkai menjadi satu kalimat utuh.

📓 Contoh tema : Berkah kejujuran, Pendidikan dan          📕 Contoh premis : Seorang anak yang me-

      kemiskinan; Persahabatan tiga anak SD;                             ngajak dua orang temanya melakukan

      Pengalaman siswa selama belajar di rumah;                        perjalanan ke rumah kakeknya dan ber-

      Perjuangan guru selama pembelajaran jarak jauh.               usaha memperoleh pemahaman tentang

                                                                                                    materi IPA.

Tujuan membuat premis adalah agar memudahkan kita dalam mengembangkan cerita. Sehingga rangakain kejadian atau alur / plot akan tersaji dengan runtut. Macam - macam alur antara lain : alur maju, alur mundur, alur campuran, alur flashback, dan alur kronologis. Unsur - unsur alur meliputi : Pengenalan cerita, awal konflik, klimaks ( puncak konflik ), Penyelesaian ( ending ). Unsur - unsur plot tersebut urutanya dapat diubah tergantung pada jenis alur yang dipilih. 

Penokohan merupakan :

🌻 Penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita

🌻 Macam-macam tokoh : protagonis, antagonis, dan tritagonis.

🌻 Teknik penggambaran tokoh : analitik, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan tokoh, tata bahasa               tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.

Latar / Setting :

🌻 Penggambaran waktu, tempat dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita.

🌻 Jenis - jenis latar : latar waktu, latar tempat, latar suasana. latar sosial, latar material dan latar                  integral.

Sudut pandang merupakan :

🌻 Cara penulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang diwujudkan dalam pandangan tokoh cerita.

🌻 Macam - macam sudut pandang : Orang pertama tunggal, orang pertama jamak, orang kedua, orang       ketiga tunggal, orang ketiga jamak, dan campuran.

Berikut peta konsep materi pada malam hari ini: 









Pemaparan materi malam ini sangat jelas dialnjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta. 

P1

Yandri Novita Sari.  

Gelombang 25

Asal Padang

Izin bertanya untuk pak Sudomo.

1. Dalam cerita fiksi berupa novel. Dalam pemilihan genre yang menjadi poin penting nya apa saja pak? 

2. Yang membuat novel itu banyak di buru pembaca apa saja pak? 

3.Apakah penulis pemula bisa menghasilkan novel yang bagus.. Kalau bisa apa kiat yang harus di tempuh penulis pemula?

Jawaban

Terima kasih untuk pertanyaannya, Bu Yandri. 

1. Poin penting dalam pemilihan genre adalah disukai dan dikuasai. Selanjutnya menyesuaikan dengan tren atau pasar saat ini. Berikutnya adalah menyesuaikan dengan syarat dari penerbit;

2. Pertama tema yang up to date; kedua nama penulisnya; ketiga sesuai selera pasar; keempat ditulis dengan baik. 

3. Bisa. Kuncinya adalah terus belajar. Caranya, menulislah!

P2

Nama : Wiwi Yulistia

Asal : Bandung

Pertanyaan : 

#apakah syarat untuk penulisan cerpen? 

# sebaiknya berapa tokoh yg harus diciptakan dlm cerpen, apakah dua tokoh sj atau tidak terbatas jml tokohnya?

Jawaban :

Terima kasih pertanyaannya, Bu Wiwi. 

1. Syarat menulis cerpen di antaranya, yaitu mengandung unsur yang baik. Misalnya, alur/plot yang jelas. Dalam artian ada awal, tengah, dan akhir yang menarik. Membuka cerita dengan menarik, kemudian mengembangkan konflik dengan baik, dan menutup cerita dengan baik. 

2. Bebas, Bu. Namun, tidak sebanyak dalam novel. Syaratnya karakter tokoh benar-benar tergambarkan dengan baik.

P3

Theresia.

Pangkal Pinang.

Gel. 25

Pertanyaan saya berikutnya pak ;

1.  Bagaimana cara efektif utk menemukan tema dari sebuah cerita ?

2.  Manakah yg terlebih dahulu dimiliki oleh calon penulis cerita fiksi : tema atau konsep cerita ?

Jawaban :

Terima kasih pertanyaannya, Bu. Saya akan coba jawab, ya. 

1. Cara efektif menemukan tema sebuah cerita adalah membacanya secara cermat. Tentukan garis besar cerita dengan menandai kejadian-kejadian penting dalam cerita. Termasuk di dalamnya adalah memahami karakter tokoh dalam cerita. 

2. Konsep cerita. Kenapa? Karena tanpa konsep cerita yang jelas tema tidak akan berarti apa-apa. Oleh karena itu bagi calon penulis fiksi terlebih dahulu memahami konsep cerita yang akan ditulisnya. Tema rasanya lebih mudah untuk dipelajari karena bisa berasal dari diri kita sendiri atau sekitar kita.

P4

Perkenalkan saya Indaryati dari Temanggung

BM 25

Terus terang saja saya merasa asing dengan tulisan fiksi, jarang sekali menulis fiksi saya merasa menulis artikel, essay lebih mudah dari pada fiksi, pernah menulis tentang jodoh tetapi hanya sekitar 500 karakter, sedangkan untuk menulis lebih dari itu masih buntu. Ada seseorang yang merasa menulis fiksi lebih mudah karena kita yang memainkan perannya bak seperti kita ibarat sebagai dalangnya.

Tapi tetap saja saya merasa kesulitan sampai sekarang

Pertanyaan saya pak bagaimana tipe dan cara supaya menulis fiksi terasa mudah dan menyenangkan

Jawaban :

Salam kenal, Bu Indaryati. Terima kasih untuk pertanyaannya. 

Tips dan cara menulis fiksi terasa mudah dan menyenangkan adalah dengan terus mencoba memulai menulis dan menyelesaikan tulisan. Selain itu adalah dengan cara menikmati setiap tahap penulisannya sebagai sebuah proses kreatif. Hanya dengan begitu tidak akan ada lagi keterpaksaan saat menulis. Sedikit demi sedikit akan terbiasa hingga akhirnya jatuh cinta luar biasa.

P5

Saya Een dari Balikpapan, gelombang 25

Tanya

Jika harus ada outline apakah itu bisa menjadi ruang gerak menulis terbatas. Ide imajinasi hanya tertuju pada tantangan dan resolusi. Jika lepas dari kerangka apakah menjadi masalah untuk melanjutkan hingga akhir

Jawaban :

erima kasih pertanyaannya, Bapak/Ibu Een. 

Fungsi outline memang membatasi apa yang kita tulis. Namun, bukan berarti tidak boleh ada perubahan di tengah jalan. Bebas. Silakan. Hanya saja dengan outline yang sudah fiks sejak awal proses penulisan ada jaminan tulisan akan bisa diselesaikan. Berdasarkan pengalaman menulis tanpa membuat outline, karena keasyikan menulis akhirnya semua ingin ditulis di tengah proses menulis. Dampaknya justru tulisan semakin ke sana kemari dan akhirnya tidak selesai. 😅

P6

Assalamualaikum pak saya Bu Elmi, Gel 25 dari Riau, mau bertanya pak. Berawal dari mana bapak tertarik menulis cerita fiksi. Bagaimana caranya membedakan cerita fiksi dengan non fiksi. Apa ciri khas yang menonjol dalam cerita fiksi. Mohon arahannya pak terimaksih

Jawaban :

Walaikumsalam. Terima kasih pertanyaannya, Bu Elmi. Ketertarikan awal sebenarnya dari curhat pribadi di blog. Sedang ada masalah dalam kehidupan nyata akhirnya memilih menyembunyikannya lewat cerita fiksi. Dari situ kemudian keterusan belajar menulis cerita fiksi. Perbedaan jelas, bahwa fiksi berdasarkan imajinasi penulis. Meskipun berdasarkan kisah nyata atau data lapangan asli, tetap saja fiksi ada bumbu-bumbu penyedapnya.

P7

Rumiati, MAN Kota Palangka Raya

Gel. 25.

Selamat malam Bapak Sudomo,  S. Pt. 

Yang ingin saya tanyakan, 

1.  dimulai dari mana supaya tulisan fiksi kita dikategorikan bagus

2. Sebaiknya untuk tukoh utama yang menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku itu menggunakan kata..saya.. Atau.. Aku... Mohon pencerahannnya

Terimakasih🙏

Jawaban :

Selamat malam juga, Bu Rumiati. 

1. Dimulai dari niat dan komitmen untuk memulai menulis dan menyelesaikan tulisan. Tidak ada karya fiksi bagus yang tidak diselesaikan;

2. Bebas, Bu. Silakan saja pilih saya atau aku.

P8

Selamat malam,

Saya Sim Chung Wei, S.P dari Jakarta, BM 26

1. Apakah menulis dengan tema yang sedang tren, seperti waktu trean nya Harry Potter, dan kita membuat cerita dengan genre serupa membuat kita seperti plagian atau ikut-ikutan tren saja?


2. Dalam menulis cerita science-fiction, apakah kita perlu menyesuikan dengan teori IPA yang ada atau bahkan lebih baik, menabrak teori yang ada dengan tetap mementingkan logika dan kemungkinanyang terjadi? spt hal nya bbrp novel yang menceritakan wabah di masa depan dan beberapa dikaitkan dengan corona saat ini.

Jawaban :

Selamat malam, Bapak/Ibu Sim Chung Wei

1. Tidak. Setiap penulis memiliki gaya penulisan yang berbeda. Tema sama akan menjadi tulisan berbeda dari yang lainnya;

2. Dalam hal ini fiksi tidak terbatas. Teori IPA bisa saja menjadi dasar penulisan. Tugasnya penulis fiksi adalah menjadikan hal tersebut menjadi pemicu bagi pembaca untuk mencari tahu lebih lanjut tentang kebenaran yang sesungguhnya. Itu hakikat cerita fiksi yang sesungguhnya

P9

Pertanyaan

Nama: Sumiati

Gelombang 26

Apakah sebuah cerita yang kita tulis tergolong cerita fiksi atau non fiksi padahal yang kita tulis adalah berdasarkan kisah nyata tapi tetap dibumbui oleh imajinasi penulis?

Jawaban :

Terima kasih pertanyaannya, Bu Umi. Tulisan jika dibumbui  dengan imajinasi penulis  berarti sudah termasuk tulisan fiksi.

Assalamu'alaikum

Ahmad Sahudin

Gel 26

Lombok Barat

Saya punya tulisan terkait kisah diri sendiri dengan kisaran 60 halaman. Selama ini saya kurang termotivasi untuk menyelesaikannya karena akan masuk ke genre apa dalam cerita piksi. Agar tulisan saya itu bermanfaat minimal bagi saya sendiri, harus diapakan tulisan itu? Kalau mau diterbitkan, ada tidak angka kreditnya? 

Jawaban :

Walaikumsalam. Kalau memoar pribadi termasuk nonfiksi, Pak. Harus diselesaikan agar bermanfaat. Catatan perjalanan diri sendiri selain sebagai pengingat perjuangan juga akan menjadi inspirasi bagi orang lain. Terkait AK saya tidak berani menjawab karena masih belum paham betul juga dengan buku 4 dan 5 tentang Kenaikan Pangkat. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa langsung dipelajari buku panduannya, Pak.

P11

Aroviah Afifi

Assalamualikum pak mazmo 

Saya tertarik sekali akan fiksi, dulu semasa usia Remaja saya suka sekali berimajinasi membuat sebuah kisah,  namun dari setiap imajinasi itu tidak pernah berhasil saya tulis .

Nah saat ini saya juga sedang belajar menulis fiksi 

Dengan panduan premis, juga faktor pendukung seperti  alur, tokoh, setting dll.

 namun fiksi yang saya tulis  Kisahnya  datar . Sehingga  tulis saya mandek. 

Bagaimana cara saya menggali ide, konflik serta  pesan yang ingin saya sampaikan sehingga cerpen atau cerber saya jadi lebih hidup?

Jawaban :

Walaikumsalam, Bu Ovi. Untuk bisa menghidupkan cerpen atau cerber kuncinya adalah membuat karakter tokoh atau unsur-unsur lain yang hidup. Caranya bisa menggunakan teknik show don't tell. Selain itu bisa dengan terus mengasah kemampuan menulisnya. Caranya ya teruslah menulis. Pengalaman saya pertama menulis cerpen dulu ya kalau sekarang dibaca lagi pasti bikin senyum-senyum geli sendiri.

Dengan berakhirnya sesi tanya jawab tersebut, berakhir pula materi pada pertemuan malam ini. Terimakasih saya ucapkan kepada bapak Sudomo dan juga moderator yang sudah menyampaikan materi. In Syaa Allah selangkah  demi selangkah mulai menapakkan kaki dalam dunia menulis. Closing yang luar biasa " Bagaimanapun juga belajar terus akan menjadikan kita seterusnya sebagai pembelajar."

Wassalamu'alaykum Wa Rohmatullahi Wa Barrakatuh


Riau, 6 Juni 2022

Astutiningsih


2 komentar:

  Resume Pertemuan ke- 1     Pelatihan Belajar Menulis PGRI Oleh Atutiningsih Hari / tanggal      : Senin, 22 Agustus  2022 Judul           ...