Resume Pertemuan ke-9 Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Hari / tanggal : Senin,6 Juni 2022
Judul : Menulis itu Mudah
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalamu'alaykum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh
Alhamdulillahirobbil'aalamiin.
Pada malam ini pelatihan Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay memasuki pertemuan ke-9 dan masih diberi nikmat sehat dan kesempatan bersua dalam maya dengan orang-orang yang Maa Syaa Allah hebat. Banyak Ilmu dan pengalaman baru saya peroleh di pelatihan ini, yang In Syaa Allah segera diaplikasikan dalam dunia literasi.
Materi pada pertemuan malam ini disampaikan oleh Narasumber luar biasa dan dipandu oleh moderator hebat. Prof. Dr. Ngainun akan mencuci otak kita, merubah mind set yang selama ini mendoktrin otak bahawa MENULIS ITU SULIT akan di reset dan diubah menjadi MENULIS ITU MUDAH.
Mari kita mengenal lebih dekat profil beliau.
- Nama Prof. Dr. Ngainun Naim
- NIP/NIDN 197507192003121002/2019077502
- Program Studi Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah
- Pangkat Pembina Tingkat 1 Golongan IV/b Jabatan Akademik Guru Besar
- Nomor sertifikat pendidik Nomor sertifikat: : 102105007137
- ID Orchid https://orcid.org/0000-0001-7163-1764
- ID Google Scholar SbPI0fkAAAAJ
- ID Sinta 6085664
- ID Scopus 57216658596
- Twiter @naimmas22
- Website https://www.spirit-literasi.id/
- Alamat Rumah Desa Parakan RT 11 RW 04 Kec/Kab Trenggalek
- Istri Elly Ariawati, S.Sos., S.P., M.Si.
- Anak Qubba Najwa Ilman Naim, Nehan Athaya Naim (Almagfur lahu) ,Leiz Azfar Tsaqif Naim
Riwayat Pendidikan Pendidikan dasar diselesaikan oleh Ngainun Naim di SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung (1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung (1991), lalu melanjutkan ke MAN Denanyar Jombang yang ada di PP Mamba’ul Ma’arif (1994). Tahun 1994-1996 melanjutkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena satu dan lain hal, jenjang S-1 diselesaikan di STAIN Tulungagung (1998). Tahun 2000 melanjutkan jenjang magister di Universitas Islam Malang yang diselesaikan pada tahun 2002. Mulai tahun 2007 kuliah S-3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselesaikan pada tahun 2011.
"MENULIS ITU MUDAH" Saya dan sebagian besar kita memandang itu adalah GUYONAN. Karena merasa yakin bahwa menulis itu susah. Menulis bisa dilskuksn dengsn mudah apabila terpenuhi syaratnya. Lima syarat yang harus dipenuhi agar mudah Menulis :
1. Bisa Membaca. Membaca adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu. Membaca sebagai kebiasan harus dibiasakan agar memudahkan dalam menulis.
2. Praktik Menulis. Syarat menjadi penulis adalah menulis. Dalam menulis ada momentum. Segera menulis berarti mengikat pengetahuan dan pengalaman.
3. Tahu Apa Yang Di tulis. Menulis semua hal yang kita lihat, rasakan dan didengar merupakan pengalaman yang tentunya kita ketahui.
4. Nikmati Proses Menulis. Apapun kalau dinikmati, akan mudah. Begitu juga menulis. Jika kita nikamti prosesnya dan selalu dibawa happy memudahkan kita menulis.
5. Ngemil. Menikmati menulis dengan happy. Menulis tidak harus sekali jadi, bisa di cicil. Sedikit tetapi konsisten.
Kelima syarat diatas terpenuhi maka menulis akan menjadi mudah dan menyenangkan. Sehingga menulis akan menjadi kebiasaan yang teratur, intens meulis dalam kondisi apapun.
Akhir sesi dilanjutkan dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Ada 12 pertanyaan dalam diskusi malam ini :
🎓 Manakah waktu terbaik untuk menulis? Usakan bangun lebih awal. Luangkan waktu 30 menit untuk menulis karena dipagi hari kondisi tubuh segar dan fit untuk beraktifitas. Menulis harus dilakukan setiap hari.
🎓 Bagaimana menjadikan menulis itu sebagai habit dan budaya harian? Dalam teori, semua kebiasaan diawali dengan paksaan. Memaksakan diri menulis, lama-lama akan terbiasa menulis.
🎓 Jenis tulisan yang Prof. Naim tulis dan apakah dialog dalam setiap tulisan harus selau ada? Profesor menjelaskan bahwa beliau menulis berbagai laporan penelitian,karya ilmiah, beliau juga menulis cerpen. Fungsi dialod dalam tulisan dalah untuk menghidupkan tulisan yang dibuat.
🎓 Bagaimana jika kalimat tidak nyambung apabila menulis dengan cara di cicil dan cara menulis tidak panjang tetapi bermakna? Solusi dari pertanyaan ini adalah EDITING. Tulisan yang sudah selesai kita baca dan cermati. Tulisan yang kurang nyambung kita edit agar nyambung.
🎓 Apa yang melatar belakangi bapak terjun sebagai penulis? Latar belakang ekonomi beliau dan menulis sebagai KLANGENAN. Sebagai cara berbahagia bisa berbagi pengetahuan kepada orang lain.
🎓 Bagaimana kiat-kiat agar intens menulis dalam kondisi apapun dan kesulitan ketika harus menulis yang berbau ilmiah? Mengelola rasa. Bahkan kalau mungkin sukai. Tidak mudah memang tetapi bisa diusahakan. Segala sesuatu membutuhkan proses, begitu juga tulisan karya ilmiah.
🎓 Apakah ada syarat agar konsisten dalam menulis dan Bagaimana mengatasi rasa minder agar lebih bergairah dalam menulis?
🎓 Apakah tidak jadi bumerang apabila menulis tidak sekali jadi, akan kehilangan mood dan momentum?
🎓 Bagaimana caranya menulis tidak panjang tetapi bermakna? Menulis, diedit, dan diperbaiki. Semakin sering menulis semakin bermakna kata-katanya.
🎓 Bagaimana memanfaatkan waktu menulis selesai beraktifias, sedangkan ada situasi meng-cut untuk kegiatan lain? Bagaimana memudahkan ide tulisan mengalir dengan baik, sehingga selesai paragraf demi paragraf terutama dalam genre opini / ilmiah?
🎓 Jika menulis sedikit demi sedikit dan terjeda waktu yang cukup lama. Apakah tidak mempengaruhi gaya bahasa?
🎓 Tulisan yang bagaimana jika dikatakan baik dan menarik?
🎓 Bagaimana caranya untuk bisa menulis kembali pengalaman harian yang tertulis di dalam buku harian atau ingatan tentang peristiwa mendalam menjadi sebuah tulisan yang menarik? Bagaimana cara membaginya dalam judul tulisan? Tulisan mudah dipahami dan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda, terhubung(singkron) antar paragraf, konsisten dengan ide dan tulisan serta taar aturan.
Pesan dari Prof. Ngainun malam ini untuk seluruh peserta pelatihan " Menulis itu mudah, kuncinya kita sendiri yang membuat mudah. Jangan hanya berfikir tentang menulis tetapi segera praktik menulis."
Semangat para pejuang literasi!!!
Wassalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar