Dengan melakukan proofreading, kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan. Meskipun ada editor yang akan memperbaiki kesalahan pada naskah yang kita buat, sebaiknya naskah yang dikumpulkan tidak banyak kesalahan, semakin sedikit kesalahn tentu tugas editor semakin ringan. Bisa jadi tulisan kita mendapat apresiasi yang baik sehingga dibaca tuntas dan diterima untuk diterbitkan.
Penulis, sebaiknya juga seorang proofreader, setidaknya untuk tulisanya sendiri. Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Tetapi juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang dia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami. Selain itu ia harus dapat menggali :
💧 Efektif tidaknya sebuah kalimat.
💧 Tepat tidaknya susunan kalimat.
💧 Subtansi sebuah kalimat dapat dipahami atau tidak oleh pembaca.
Ketika seorang proofreading mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meskipun dibaca oleh orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut. Dari tangan seorang proofreader lahirlah sebuah teks yang mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.
Mengapa kita harus melakukan proofreading? Karena proofreading merupakan tahapan penulisan yang tidak boleh dilewatkan. Terutama jika berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak umum. Termasuk yang anda tulis di blog. Seyogyanya seorang penulis sekaligus proofreading untuk tulisan sendiri sebelum dipublikasikan. Jika kita meminta orang lain sebagai proofreader, tentunya ada sesuatu ( biaya ) yang kita keluarkan . Dapat berupa uang jasa ataupun hanya ucapan terima kasih saja.
Yang sering terjadi ketika sedang menulis, muncul keinginan agar tulisan harus sempurna. Sehingga, timbul kekhawatiran : nanti tulisan jelek, tidak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Alkhirnya terjebak untuk memperbaiki. Alhasil tulisan tidak selesai-selesai. Setelah tulisan jadi, endapkan sejenak agar pikiran tidak larut dalam tulisan. Kemudian, lakukan proofreading dan bersikap netral. Artinya, menilai karya penulis secara objektif.
Langkah - langkah proofreading antara lain :
✏ Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.
✏ Merevisi penggunaan bahasa : kata, frasa, dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
✏ Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat-kalimat ambigu.
✏ Ceka ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit. Pemenggalan kata-kata yang merujuj pada KBBI. Konsistensi nama dan ketentuanya. Memperhatikan judul bab dan penomoranya.
Hindari kesalahan sekecil apapun, misalnay typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata, memberi spasi ( jarak ) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, dan tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Selain itu, untuk membantu memudahkan saat melakukan penulisan. Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan baik secara offline atau online. Diantaranya memasukan Add-On atau Add-In pada aplikasi Microsoft Office dengan kamus KBBI. Atau jika melakukan secara online kita bisa setting bahasa.
Membacalah Anda akan mengenal dunia lebih dekat. Menulislah, Anda akan dikenal dekat oleh dunia. - Madi Ar-Ranim.
Dengan membaca maka anda akan berperan sebagai proofreader, dengan menulis maka anda akan menjadi orang yang di kenang sepanjang hayat.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Salam Literasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar