PELEPASAN SISWA-SISWI KELAS VI T.P 2021/2022
OLEH
ASTUTININGSIH
Blog menulis bersama adalah media untuk kita semua agar dapat mengasah skill kepenulisan
PELEPASAN SISWA-SISWI KELAS VI T.P 2021/2022
OLEH
ASTUTININGSIH
Resume Pertemuan ke-9 Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Hari / tanggal : Senin,6 Juni 2022
Judul : Menulis itu Mudah
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalamu'alaykum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh
Alhamdulillahirobbil'aalamiin.
Pada malam ini pelatihan Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay memasuki pertemuan ke-9 dan masih diberi nikmat sehat dan kesempatan bersua dalam maya dengan orang-orang yang Maa Syaa Allah hebat. Banyak Ilmu dan pengalaman baru saya peroleh di pelatihan ini, yang In Syaa Allah segera diaplikasikan dalam dunia literasi.
Materi pada pertemuan malam ini disampaikan oleh Narasumber luar biasa dan dipandu oleh moderator hebat. Prof. Dr. Ngainun akan mencuci otak kita, merubah mind set yang selama ini mendoktrin otak bahawa MENULIS ITU SULIT akan di reset dan diubah menjadi MENULIS ITU MUDAH.
Mari kita mengenal lebih dekat profil beliau.
Riwayat Pendidikan Pendidikan dasar diselesaikan oleh Ngainun Naim di SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung (1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung (1991), lalu melanjutkan ke MAN Denanyar Jombang yang ada di PP Mamba’ul Ma’arif (1994). Tahun 1994-1996 melanjutkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena satu dan lain hal, jenjang S-1 diselesaikan di STAIN Tulungagung (1998). Tahun 2000 melanjutkan jenjang magister di Universitas Islam Malang yang diselesaikan pada tahun 2002. Mulai tahun 2007 kuliah S-3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselesaikan pada tahun 2011.
"MENULIS ITU MUDAH" Saya dan sebagian besar kita memandang itu adalah GUYONAN. Karena merasa yakin bahwa menulis itu susah. Menulis bisa dilskuksn dengsn mudah apabila terpenuhi syaratnya. Lima syarat yang harus dipenuhi agar mudah Menulis :
1. Bisa Membaca. Membaca adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu. Membaca sebagai kebiasan harus dibiasakan agar memudahkan dalam menulis.
2. Praktik Menulis. Syarat menjadi penulis adalah menulis. Dalam menulis ada momentum. Segera menulis berarti mengikat pengetahuan dan pengalaman.
3. Tahu Apa Yang Di tulis. Menulis semua hal yang kita lihat, rasakan dan didengar merupakan pengalaman yang tentunya kita ketahui.
4. Nikmati Proses Menulis. Apapun kalau dinikmati, akan mudah. Begitu juga menulis. Jika kita nikamti prosesnya dan selalu dibawa happy memudahkan kita menulis.
5. Ngemil. Menikmati menulis dengan happy. Menulis tidak harus sekali jadi, bisa di cicil. Sedikit tetapi konsisten.
Kelima syarat diatas terpenuhi maka menulis akan menjadi mudah dan menyenangkan. Sehingga menulis akan menjadi kebiasaan yang teratur, intens meulis dalam kondisi apapun.
Akhir sesi dilanjutkan dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Ada 12 pertanyaan dalam diskusi malam ini :
π Manakah waktu terbaik untuk menulis? Usakan bangun lebih awal. Luangkan waktu 30 menit untuk menulis karena dipagi hari kondisi tubuh segar dan fit untuk beraktifitas. Menulis harus dilakukan setiap hari.
π Bagaimana menjadikan menulis itu sebagai habit dan budaya harian? Dalam teori, semua kebiasaan diawali dengan paksaan. Memaksakan diri menulis, lama-lama akan terbiasa menulis.
π Jenis tulisan yang Prof. Naim tulis dan apakah dialog dalam setiap tulisan harus selau ada? Profesor menjelaskan bahwa beliau menulis berbagai laporan penelitian,karya ilmiah, beliau juga menulis cerpen. Fungsi dialod dalam tulisan dalah untuk menghidupkan tulisan yang dibuat.
π Bagaimana jika kalimat tidak nyambung apabila menulis dengan cara di cicil dan cara menulis tidak panjang tetapi bermakna? Solusi dari pertanyaan ini adalah EDITING. Tulisan yang sudah selesai kita baca dan cermati. Tulisan yang kurang nyambung kita edit agar nyambung.
π Apa yang melatar belakangi bapak terjun sebagai penulis? Latar belakang ekonomi beliau dan menulis sebagai KLANGENAN. Sebagai cara berbahagia bisa berbagi pengetahuan kepada orang lain.
π Bagaimana kiat-kiat agar intens menulis dalam kondisi apapun dan kesulitan ketika harus menulis yang berbau ilmiah? Mengelola rasa. Bahkan kalau mungkin sukai. Tidak mudah memang tetapi bisa diusahakan. Segala sesuatu membutuhkan proses, begitu juga tulisan karya ilmiah.
π Apakah ada syarat agar konsisten dalam menulis dan Bagaimana mengatasi rasa minder agar lebih bergairah dalam menulis?
π Apakah tidak jadi bumerang apabila menulis tidak sekali jadi, akan kehilangan mood dan momentum?
π Bagaimana caranya menulis tidak panjang tetapi bermakna? Menulis, diedit, dan diperbaiki. Semakin sering menulis semakin bermakna kata-katanya.
π Bagaimana memanfaatkan waktu menulis selesai beraktifias, sedangkan ada situasi meng-cut untuk kegiatan lain? Bagaimana memudahkan ide tulisan mengalir dengan baik, sehingga selesai paragraf demi paragraf terutama dalam genre opini / ilmiah?
π Jika menulis sedikit demi sedikit dan terjeda waktu yang cukup lama. Apakah tidak mempengaruhi gaya bahasa?
π Tulisan yang bagaimana jika dikatakan baik dan menarik?
π Bagaimana caranya untuk bisa menulis kembali pengalaman harian yang tertulis di dalam buku harian atau ingatan tentang peristiwa mendalam menjadi sebuah tulisan yang menarik? Bagaimana cara membaginya dalam judul tulisan? Tulisan mudah dipahami dan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda, terhubung(singkron) antar paragraf, konsisten dengan ide dan tulisan serta taar aturan.
Pesan dari Prof. Ngainun malam ini untuk seluruh peserta pelatihan " Menulis itu mudah, kuncinya kita sendiri yang membuat mudah. Jangan hanya berfikir tentang menulis tetapi segera praktik menulis."
Semangat para pejuang literasi!!!
Wassalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barakatuh
Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Hari / tanggal : Jum'at, 11 Juni 2022
Judul : Mengelola Majalah Sekolah
Narasumber : Widya Setianingsih, S.Ag
Moderator : Mutmainah
Ψ¨Ψ³ْΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ِ Ψ§ΩΩّΩِ Ψ§ΩΨ±َّΨْΩ َΩِ Ψ§ΩΨ±َّΨِΩْΩ
Ψ§َΩΨ³َّΩΨ§َΩ ُ ΨΉَΩَΩْΩُΩ ْ ΩَΨ±َΨْΩ َΨ©ُ Ψ§ΩΩّΩِ ΩَΨ¨َΨ±َΩَΨ§ΨͺُΩُ
Alhamdulillah segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla yang melimpahkan nikmat sehat dan kesempatan sehingga malam ini dapat bersama dengan orang-orang hebat dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI secara online yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd bapak bloger Indonesia.
Materi malam ini berjudul Mengelola Majalah Sekolah yang disampaikan oleh narasumber hebat dan sholehah Ibu Widya Setianingsih, S.Ag dan dipandu oleh modertor keren nan imut ibu Mutmainah.
Ibu Widya Setianingsih, S.Ag adalah seorang guru di MI Khadijah Malang alumni BM 21 yang kariernya melesat bak pesawat jet dari peserta menjadi moderator sekaligus narasumber, kurator, dan sekarang merangkap menjadi editor, penulis buku puisi "Laras laras makna dalam kata" .Sekaligus pimpinan redaksi majalah sekolah yang bertajuk KHARISMA DI MI Khadijah kota Malang.
SELUK BELUK MAJALAH
MENURUT KBBI MAJALAH ADALAH :
Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.
πMenurut Waktunya
Berdasarkan Waktu penerbitannya, majalah dibedakan atas: majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya.
π Isinya dibedakan
Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.
LANGKAH LANGKAH MENERBITKAN MAJALAH SEKOLAH
1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.
4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll
DAPUR MAJALAH
I. Menyusun Redaksi Majalah Sekolah
1. Penasehat : Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah
Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah
2. Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah
Tugasnya : Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional)
3. Pimpinan redaksi : Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
4. Editor. Tugasnya: Bertanggung jawab swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan.
5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
6. Fotografer Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.
7. Layout. Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan
8. Bendahara : Tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah
Majalah sekolah memilki manfaat yang sangat penting.
Resume Pertemuan ke-10 Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Hari / tanggal : Rabu,8 Juni 2022
Judul : Menulis Cerita Fiksi itu Mudah
Narasumber : Sudomo, S.Pt.
Moderator : Sigid Purwo Nugroho
Bismillahirrohmaanirrohiim.
Assalamu'alaykum, selamat malam pembaca semua.
Alhamdulillah,,,Alhamdulillahirobbil'aalamiin.
Syukur tak henti dipanjatkan kehadirat Illahi Robby, malam ini masih diberi nikmat sehat dan kesempatan bersua dalam maya dengan orang-orang yang Maa Syaa Allah hebat.
Pada pertemuan ke -10 ini materi diasampaikan oleh seorang narasumber hebat dengan segudang karya luar biasa. Inilah profil beliau:
Menulis bisa dikatakan mudah, bisa juga dikatakan sulit. Baik itu menulis fiksi atau non fiksi. Dasar utama dalam menulis fiksi adalah niat dalam diri atau Mulailah dari Diri . Menulis apa saja yang disukai atau menulis cerita pengalaman sendiri. Apapun ceritanya itu merupakan awal yang baik untuk memulai belajar menulis fiksi.
Dengan niat yang kuat untuk mulai menulis fiksi yang bersumber dari pengalaman atau cerita yang disukai, mulailah untuk Eksplorasi Konsep. Dengan menggali berbagai pengalaman kemudian dituangkan dalam bentuk fiksi dapat melahirkan karya yang bernilai tinggi. Fakta menunjukkan bahwa genre fiksi 12% disukai pembaca, artinya genre fiksi termasuk memiliki nilai market yang tinggi.
Bentuk - bentuk cerita fiksi antara lain :
πΊ Faksimini ( Beberapa kata yang menggambarkan satu cerita utuh )
πΊ Flash Fiction ( Jumlah kata khusus, misalnya 50 kata, 100 kata , dan lain-lain )
πΊ Pentigraf ( Cerita pendek tiga paragraf )
πΊ Cerpen ( Jumlah kata < 7000 kata )
πΊ Novelet ( Jumlah kata mulai dari 7.500 - 17.500 kata )
πΊ Novela ( Jumlah kata berkisar dari 17.500 - 40.000 kata )
πΊ Novel ( Jumlah kata lebih banyak dari 40.000 kata )
Perbedaan Tema dan Premis
Tema Premis
π Ide pokok cerita π Ringkasan cerita dalam satu kalimat
π Tips menentukan tema : dekat dengan penulis, π Unsur - unsur premis : karakter, tujuan
menarik perhatian penulis, bahan mudah diperoleh, tokoh, rintangan / halangan, dan resolusi.
dan ruang lingkup terbatas.
π Cara menentukan tema : menyesuaikan dengan π Cara membuat premis : tulis masing -
minat, mengangkat kehidupan nyata, berimajinasi, masing unsur pembentuknya kemudian
. membaca, dan mendengarkan curahan hati. rangkai menjadi satu kalimat utuh.
π Contoh tema : Berkah kejujuran, Pendidikan dan π Contoh premis : Seorang anak yang me-
kemiskinan; Persahabatan tiga anak SD; ngajak dua orang temanya melakukan
Pengalaman siswa selama belajar di rumah; perjalanan ke rumah kakeknya dan ber-
Perjuangan guru selama pembelajaran jarak jauh. usaha memperoleh pemahaman tentang
materi IPA.
Tujuan membuat premis adalah agar memudahkan kita dalam mengembangkan cerita. Sehingga rangakain kejadian atau alur / plot akan tersaji dengan runtut. Macam - macam alur antara lain : alur maju, alur mundur, alur campuran, alur flashback, dan alur kronologis. Unsur - unsur alur meliputi : Pengenalan cerita, awal konflik, klimaks ( puncak konflik ), Penyelesaian ( ending ). Unsur - unsur plot tersebut urutanya dapat diubah tergantung pada jenis alur yang dipilih.
Penokohan merupakan :
π» Penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita
π» Macam-macam tokoh : protagonis, antagonis, dan tritagonis.
π» Teknik penggambaran tokoh : analitik, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan tokoh, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
Latar / Setting :
π» Penggambaran waktu, tempat dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita.
π» Jenis - jenis latar : latar waktu, latar tempat, latar suasana. latar sosial, latar material dan latar integral.
Sudut pandang merupakan :
π» Cara penulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang diwujudkan dalam pandangan tokoh cerita.
π» Macam - macam sudut pandang : Orang pertama tunggal, orang pertama jamak, orang kedua, orang ketiga tunggal, orang ketiga jamak, dan campuran.
Berikut peta konsep materi pada malam hari ini:
Pemaparan materi malam ini sangat jelas dialnjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta.
P1
Yandri Novita Sari.
Gelombang 25
Asal Padang
Izin bertanya untuk pak Sudomo.
1. Dalam cerita fiksi berupa novel. Dalam pemilihan genre yang menjadi poin penting nya apa saja pak?
2. Yang membuat novel itu banyak di buru pembaca apa saja pak?
3.Apakah penulis pemula bisa menghasilkan novel yang bagus.. Kalau bisa apa kiat yang harus di tempuh penulis pemula?
Jawaban
Terima kasih untuk pertanyaannya, Bu Yandri.
1. Poin penting dalam pemilihan genre adalah disukai dan dikuasai. Selanjutnya menyesuaikan dengan tren atau pasar saat ini. Berikutnya adalah menyesuaikan dengan syarat dari penerbit;
2. Pertama tema yang up to date; kedua nama penulisnya; ketiga sesuai selera pasar; keempat ditulis dengan baik.
3. Bisa. Kuncinya adalah terus belajar. Caranya, menulislah!
P2
Nama : Wiwi Yulistia
Asal : Bandung
Pertanyaan :
#apakah syarat untuk penulisan cerpen?
# sebaiknya berapa tokoh yg harus diciptakan dlm cerpen, apakah dua tokoh sj atau tidak terbatas jml tokohnya?
Jawaban :
Terima kasih pertanyaannya, Bu Wiwi.
1. Syarat menulis cerpen di antaranya, yaitu mengandung unsur yang baik. Misalnya, alur/plot yang jelas. Dalam artian ada awal, tengah, dan akhir yang menarik. Membuka cerita dengan menarik, kemudian mengembangkan konflik dengan baik, dan menutup cerita dengan baik.
2. Bebas, Bu. Namun, tidak sebanyak dalam novel. Syaratnya karakter tokoh benar-benar tergambarkan dengan baik.
P3
Theresia.
Pangkal Pinang.
Gel. 25
Pertanyaan saya berikutnya pak ;
1. Bagaimana cara efektif utk menemukan tema dari sebuah cerita ?
2. Manakah yg terlebih dahulu dimiliki oleh calon penulis cerita fiksi : tema atau konsep cerita ?
Jawaban :
Terima kasih pertanyaannya, Bu. Saya akan coba jawab, ya.
1. Cara efektif menemukan tema sebuah cerita adalah membacanya secara cermat. Tentukan garis besar cerita dengan menandai kejadian-kejadian penting dalam cerita. Termasuk di dalamnya adalah memahami karakter tokoh dalam cerita.
2. Konsep cerita. Kenapa? Karena tanpa konsep cerita yang jelas tema tidak akan berarti apa-apa. Oleh karena itu bagi calon penulis fiksi terlebih dahulu memahami konsep cerita yang akan ditulisnya. Tema rasanya lebih mudah untuk dipelajari karena bisa berasal dari diri kita sendiri atau sekitar kita.
P4
Perkenalkan saya Indaryati dari Temanggung
BM 25
Terus terang saja saya merasa asing dengan tulisan fiksi, jarang sekali menulis fiksi saya merasa menulis artikel, essay lebih mudah dari pada fiksi, pernah menulis tentang jodoh tetapi hanya sekitar 500 karakter, sedangkan untuk menulis lebih dari itu masih buntu. Ada seseorang yang merasa menulis fiksi lebih mudah karena kita yang memainkan perannya bak seperti kita ibarat sebagai dalangnya.
Tapi tetap saja saya merasa kesulitan sampai sekarang
Pertanyaan saya pak bagaimana tipe dan cara supaya menulis fiksi terasa mudah dan menyenangkan
Jawaban :
Salam kenal, Bu Indaryati. Terima kasih untuk pertanyaannya.
Tips dan cara menulis fiksi terasa mudah dan menyenangkan adalah dengan terus mencoba memulai menulis dan menyelesaikan tulisan. Selain itu adalah dengan cara menikmati setiap tahap penulisannya sebagai sebuah proses kreatif. Hanya dengan begitu tidak akan ada lagi keterpaksaan saat menulis. Sedikit demi sedikit akan terbiasa hingga akhirnya jatuh cinta luar biasa.
P5
Saya Een dari Balikpapan, gelombang 25
Tanya
Jika harus ada outline apakah itu bisa menjadi ruang gerak menulis terbatas. Ide imajinasi hanya tertuju pada tantangan dan resolusi. Jika lepas dari kerangka apakah menjadi masalah untuk melanjutkan hingga akhir
Jawaban :
erima kasih pertanyaannya, Bapak/Ibu Een.
Fungsi outline memang membatasi apa yang kita tulis. Namun, bukan berarti tidak boleh ada perubahan di tengah jalan. Bebas. Silakan. Hanya saja dengan outline yang sudah fiks sejak awal proses penulisan ada jaminan tulisan akan bisa diselesaikan. Berdasarkan pengalaman menulis tanpa membuat outline, karena keasyikan menulis akhirnya semua ingin ditulis di tengah proses menulis. Dampaknya justru tulisan semakin ke sana kemari dan akhirnya tidak selesai. π
P6
Assalamualaikum pak saya Bu Elmi, Gel 25 dari Riau, mau bertanya pak. Berawal dari mana bapak tertarik menulis cerita fiksi. Bagaimana caranya membedakan cerita fiksi dengan non fiksi. Apa ciri khas yang menonjol dalam cerita fiksi. Mohon arahannya pak terimaksih
Jawaban :
Walaikumsalam. Terima kasih pertanyaannya, Bu Elmi. Ketertarikan awal sebenarnya dari curhat pribadi di blog. Sedang ada masalah dalam kehidupan nyata akhirnya memilih menyembunyikannya lewat cerita fiksi. Dari situ kemudian keterusan belajar menulis cerita fiksi. Perbedaan jelas, bahwa fiksi berdasarkan imajinasi penulis. Meskipun berdasarkan kisah nyata atau data lapangan asli, tetap saja fiksi ada bumbu-bumbu penyedapnya.
P7
Rumiati, MAN Kota Palangka Raya
Gel. 25.
Selamat malam Bapak Sudomo, S. Pt.
Yang ingin saya tanyakan,
1. dimulai dari mana supaya tulisan fiksi kita dikategorikan bagus
2. Sebaiknya untuk tukoh utama yang menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku itu menggunakan kata..saya.. Atau.. Aku... Mohon pencerahannnya
Terimakasihπ
Jawaban :
Selamat malam juga, Bu Rumiati.
1. Dimulai dari niat dan komitmen untuk memulai menulis dan menyelesaikan tulisan. Tidak ada karya fiksi bagus yang tidak diselesaikan;
2. Bebas, Bu. Silakan saja pilih saya atau aku.
P8
Selamat malam,
Saya Sim Chung Wei, S.P dari Jakarta, BM 26
1. Apakah menulis dengan tema yang sedang tren, seperti waktu trean nya Harry Potter, dan kita membuat cerita dengan genre serupa membuat kita seperti plagian atau ikut-ikutan tren saja?
2. Dalam menulis cerita science-fiction, apakah kita perlu menyesuikan dengan teori IPA yang ada atau bahkan lebih baik, menabrak teori yang ada dengan tetap mementingkan logika dan kemungkinanyang terjadi? spt hal nya bbrp novel yang menceritakan wabah di masa depan dan beberapa dikaitkan dengan corona saat ini.
Jawaban :
Selamat malam, Bapak/Ibu Sim Chung Wei
1. Tidak. Setiap penulis memiliki gaya penulisan yang berbeda. Tema sama akan menjadi tulisan berbeda dari yang lainnya;
2. Dalam hal ini fiksi tidak terbatas. Teori IPA bisa saja menjadi dasar penulisan. Tugasnya penulis fiksi adalah menjadikan hal tersebut menjadi pemicu bagi pembaca untuk mencari tahu lebih lanjut tentang kebenaran yang sesungguhnya. Itu hakikat cerita fiksi yang sesungguhnya
P9
Pertanyaan
Nama: Sumiati
Gelombang 26
Apakah sebuah cerita yang kita tulis tergolong cerita fiksi atau non fiksi padahal yang kita tulis adalah berdasarkan kisah nyata tapi tetap dibumbui oleh imajinasi penulis?
Jawaban :
Terima kasih pertanyaannya, Bu Umi. Tulisan jika dibumbui dengan imajinasi penulis berarti sudah termasuk tulisan fiksi.
Assalamu'alaikum
Ahmad Sahudin
Gel 26
Lombok Barat
Saya punya tulisan terkait kisah diri sendiri dengan kisaran 60 halaman. Selama ini saya kurang termotivasi untuk menyelesaikannya karena akan masuk ke genre apa dalam cerita piksi. Agar tulisan saya itu bermanfaat minimal bagi saya sendiri, harus diapakan tulisan itu? Kalau mau diterbitkan, ada tidak angka kreditnya?
Jawaban :
Walaikumsalam. Kalau memoar pribadi termasuk nonfiksi, Pak. Harus diselesaikan agar bermanfaat. Catatan perjalanan diri sendiri selain sebagai pengingat perjuangan juga akan menjadi inspirasi bagi orang lain. Terkait AK saya tidak berani menjawab karena masih belum paham betul juga dengan buku 4 dan 5 tentang Kenaikan Pangkat. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa langsung dipelajari buku panduannya, Pak.
P11
Aroviah Afifi
Assalamualikum pak mazmo
Saya tertarik sekali akan fiksi, dulu semasa usia Remaja saya suka sekali berimajinasi membuat sebuah kisah, namun dari setiap imajinasi itu tidak pernah berhasil saya tulis .
Nah saat ini saya juga sedang belajar menulis fiksi
Dengan panduan premis, juga faktor pendukung seperti alur, tokoh, setting dll.
namun fiksi yang saya tulis Kisahnya datar . Sehingga tulis saya mandek.
Bagaimana cara saya menggali ide, konflik serta pesan yang ingin saya sampaikan sehingga cerpen atau cerber saya jadi lebih hidup?
Jawaban :
Walaikumsalam, Bu Ovi. Untuk bisa menghidupkan cerpen atau cerber kuncinya adalah membuat karakter tokoh atau unsur-unsur lain yang hidup. Caranya bisa menggunakan teknik show don't tell. Selain itu bisa dengan terus mengasah kemampuan menulisnya. Caranya ya teruslah menulis. Pengalaman saya pertama menulis cerpen dulu ya kalau sekarang dibaca lagi pasti bikin senyum-senyum geli sendiri.
Dengan berakhirnya sesi tanya jawab tersebut, berakhir pula materi pada pertemuan malam ini. Terimakasih saya ucapkan kepada bapak Sudomo dan juga moderator yang sudah menyampaikan materi. In Syaa Allah selangkah demi selangkah mulai menapakkan kaki dalam dunia menulis. Closing yang luar biasa " Bagaimanapun juga belajar terus akan menjadikan kita seterusnya sebagai pembelajar."
Wassalamu'alaykum Wa Rohmatullahi Wa Barrakatuh
Riau, 6 Juni 2022
Astutiningsih
Resume Pertemuan ke- 1 Pelatihan Belajar Menulis PGRI Oleh Atutiningsih Hari / tanggal : Senin, 22 Agustus 2022 Judul ...