Senin, 13 Juni 2022

Purna siswa

 PELEPASAN SISWA-SISWI KELAS VI T.P 2021/2022

OLEH

ASTUTININGSIH



Perjalanan mengemban tugas dipenghujung kelas memberi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Tak beda juga dengan ketika mengajar dikelas yang lebih rendah. Dua tahun mengajar dikelas 6 dengan berbagai karakter siswa yang sangat jauh berbeda, memberi warna dan pengalaman mengajar yang luar bias. Kondisi pandemi pada tiga tahun terakhir ini memberi keterbatasan proses belajar mengajar dan berbagai kegiatan lainya.

Alhamdulillah, kondisi pandemi mulai landai sehingga pemerintah memberikan kelonggaran proses belajar mengajar dapat dilaksanakan secara offline dan memberikan izin berbagai kegiatan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Setelah 6 tahun melewati suka dan duka, tawa dan canda bersama-sama s, mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tingi. Acara seremonial pelepasanpun dilaksanakan. Tepatnya hari Senin tanggal 31 Mei 2022. Seluruh kegiatan di handle oleh panitia yang berasal dari wal murid. Itu sudah menjadi tradisi kami dari sebelum pandemi melanda. Tujuannya agar hubungan dan komunikasi terjalin semakin erat. 


Para tamu undangan yang hadir dari Ketua Komite Sekolah, Pengawas SD se- Kecamatan Ukui, Ibu Anggota Komite, Kepala Sekolah TK dan RA, Kepala Sekolan MIN, Kepala Desa. Dan tentunya para orang tua murid kelas VI. Acara dilaksanakan di dalam ruang kelas dengan sederhana. Wajah-wajah bahagia terpancar dari seluruh peserta yang datang. Setelah acara dibuka oleh pembawa acara dilanjutkan dengan Pembacaan ayat suci Al-Quran  serta tari persembahan sebagai wujud penghormatan dan penyambutan kepada para undangan. 


Rangkaian acara selajutnya sambutan - sambutan. Sambutan pertama dari Kepala Desa, yang kedua Kepala Sekolah,  ketiga Komite Sekolah, dan perwakilan dari orang tua murid. Momen yang mneguras rasa dan air mata. Dengan tersendat sendat mengurai kata demi kata memohon maaf kepada semua orang tua murid atas segala salah selama mendidik putra putrinya. Tak hanya diri ini yang berurai air mata, tetapi satu persatu siswaku tertunduk, terisak. Ibu tahu nak, meski tak terucap permohonan maaf lewat bibirmu Ibu ikhlas memaafkan, agar langkahmu meraih mimpi dan ilmu yang kalian dapat menjadi berkah. Begitupun keiklhasan ibu bapak dan juga kalian ibu harapkan, agar langkah dan tugas ibu menjadi salah satu yang mendapat pahala dan bernilai ibadah.

Perjuangan kalian masih panjang, tetaplah menjadi generasi yang selalu mendahulukan adab daripada ilmu. Sosok yang berperilaku santun, berbakti kepada orang tua seorang yang cerdas,cakap dan pandai dalam menempatkan diri. Ilmu yang kalian dapat ditingkat Sekolah Dasar masihlah sedikit. Cari sebanyak-banyaknya di jenjang yang lebih tinggi. Sampai kalian raih mimpi dan cita-cita .


Kalian ada dan bisa seperti sekarang ini adalah wujud dari tugas, kewajiban dan tanggung jawab orang tua. Jadilah anak yang sholeh dan sholehah baktimu adalah salah satu wujud syukurmu pada sang pencipta. Jangan sekalipun kau gores hatinya, karena keridhoan orang tua akan memudahkan jalan kalian meraih cita dan impian. Peluk dan ucapkan terimakasih kepada mereka, atas perjuangan dan do'a yang tak akan pernah ada habisnya.


Setelah kalian dewasa nanti, jangan lupakan kami. Cukup sapa dengan anggukan kepalamu itu sudah menjadi obat rindu dan bahagia kami Namun maafkan kami seandainya lupa tak ingat nama kalian lagi, bukanya sombong tetapi faktor usia dan otak kami yang terbatas memori. Terima kasih juga kepada rekan sejawat, atas kontribusi besar terselenggaranya acara ini dan juga pihak-pihak terkait lainya. Semoga hari esok lebih baik dari hari ini.


Semangat terus para pejuang pendidikan! 

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal pada-Nya” (Qs. 3 ayat 159)

Ujung Selatan Perbatasan, Juni 2022
 






 


Minggu, 12 Juni 2022

MENULIS ITU MUDAH

 




Resume Pertemuan ke-9  Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Hari / tanggal    : Senin,6 Juni 2022

Judul                 : Menulis itu Mudah

Narasumber      : Prof. Dr. Ngainun Naim

Moderator         : Dail Ma'ruf, M.Pd


Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assalamu'alaykum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh

Alhamdulillahirobbil'aalamiin.

Pada malam ini pelatihan Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay memasuki pertemuan ke-9 dan masih diberi nikmat sehat dan kesempatan bersua dalam maya dengan orang-orang yang Maa Syaa Allah hebat. Banyak Ilmu dan pengalaman baru saya peroleh di pelatihan ini, yang In Syaa Allah segera diaplikasikan dalam dunia literasi.

Materi pada pertemuan malam ini disampaikan oleh Narasumber luar biasa dan dipandu oleh moderator hebat. Prof. Dr. Ngainun akan mencuci otak kita, merubah mind set yang selama ini mendoktrin otak bahawa MENULIS ITU SULIT akan di reset dan diubah menjadi MENULIS ITU MUDAH. 

Mari kita mengenal lebih dekat profil beliau. 

  • Nama Prof. Dr. Ngainun Naim 
  • NIP/NIDN 197507192003121002/2019077502 
  • Program Studi Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah 
  • Pangkat Pembina Tingkat 1 Golongan IV/b Jabatan Akademik Guru Besar 
  • Nomor sertifikat pendidik Nomor sertifikat: : 102105007137 
  • ID Orchid https://orcid.org/0000-0001-7163-1764 
  • ID Google Scholar SbPI0fkAAAAJ 
  • ID Sinta 6085664 
  • ID Scopus 57216658596 
  • Twiter @naimmas22 
  • Website https://www.spirit-literasi.id/ 
  • Alamat Rumah Desa Parakan RT 11 RW 04 Kec/Kab Trenggalek 
  • Istri Elly Ariawati, S.Sos., S.P., M.Si. 
  • Anak Qubba Najwa Ilman Naim, Nehan Athaya Naim (Almagfur lahu) ,Leiz Azfar Tsaqif Naim 

Riwayat Pendidikan Pendidikan dasar diselesaikan oleh Ngainun Naim di SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung (1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung (1991), lalu melanjutkan ke MAN Denanyar Jombang yang ada di PP Mamba’ul Ma’arif (1994). Tahun 1994-1996 melanjutkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena satu dan lain hal, jenjang S-1 diselesaikan di STAIN Tulungagung (1998). Tahun 2000 melanjutkan jenjang magister di Universitas Islam Malang yang diselesaikan pada tahun 2002. Mulai tahun 2007 kuliah S-3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselesaikan pada tahun 2011.

"MENULIS ITU MUDAH" Saya dan sebagian besar kita memandang itu adalah GUYONAN. Karena merasa yakin bahwa menulis itu susah. Menulis bisa dilskuksn dengsn mudah apabila terpenuhi syaratnya. Lima syarat yang harus dipenuhi agar mudah Menulis :

1. Bisa Membaca. Membaca adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu. Membaca sebagai kebiasan harus dibiasakan agar memudahkan dalam menulis.

2. Praktik Menulis. Syarat menjadi penulis adalah menulis. Dalam menulis ada momentum. Segera menulis berarti mengikat pengetahuan dan pengalaman.

3. Tahu Apa Yang Di tulis. Menulis semua hal yang kita lihat, rasakan dan didengar merupakan pengalaman yang tentunya kita ketahui.

4. Nikmati Proses Menulis. Apapun kalau dinikmati, akan mudah. Begitu juga menulis. Jika kita nikamti prosesnya dan selalu dibawa happy memudahkan kita menulis.

5. Ngemil. Menikmati menulis dengan happy. Menulis tidak harus sekali jadi, bisa di cicil. Sedikit tetapi konsisten. 

Kelima syarat diatas terpenuhi maka menulis akan menjadi mudah dan menyenangkan. Sehingga menulis akan menjadi kebiasaan yang teratur, intens meulis dalam kondisi apapun.

Akhir sesi dilanjutkan dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Ada 12 pertanyaan dalam diskusi malam ini :

πŸŽ“ Manakah waktu terbaik untuk menulis? Usakan bangun lebih awal. Luangkan waktu 30 menit untuk menulis karena dipagi hari kondisi tubuh segar dan fit untuk beraktifitas. Menulis harus dilakukan setiap hari.

πŸŽ“ Bagaimana menjadikan menulis itu sebagai habit dan budaya harian? Dalam teori, semua kebiasaan diawali dengan paksaan. Memaksakan diri menulis, lama-lama akan terbiasa menulis.

πŸŽ“ Jenis tulisan yang Prof. Naim tulis dan apakah dialog dalam setiap tulisan harus selau ada? Profesor menjelaskan bahwa beliau menulis berbagai laporan penelitian,karya ilmiah, beliau juga menulis cerpen. Fungsi dialod dalam tulisan dalah untuk menghidupkan tulisan yang dibuat.

πŸŽ“ Bagaimana jika kalimat tidak nyambung apabila menulis dengan cara di cicil dan cara menulis tidak panjang tetapi bermakna? Solusi dari pertanyaan ini adalah EDITING. Tulisan yang sudah selesai kita baca dan cermati. Tulisan yang kurang nyambung kita edit agar nyambung. 

πŸŽ“ Apa yang melatar belakangi bapak terjun sebagai penulis? Latar belakang ekonomi beliau dan menulis sebagai KLANGENAN. Sebagai cara berbahagia bisa berbagi pengetahuan kepada orang lain. 

πŸŽ“ Bagaimana kiat-kiat agar intens menulis dalam kondisi apapun dan kesulitan ketika harus menulis yang berbau ilmiah? Mengelola rasa. Bahkan kalau mungkin sukai. Tidak mudah memang tetapi bisa diusahakan. Segala sesuatu membutuhkan proses, begitu juga tulisan karya ilmiah.

πŸŽ“ Apakah ada syarat agar konsisten dalam menulis dan Bagaimana mengatasi rasa minder agar lebih bergairah dalam menulis? 

πŸŽ“ Apakah tidak jadi bumerang apabila menulis tidak sekali jadi, akan kehilangan mood dan momentum? 

πŸŽ“ Bagaimana caranya menulis tidak panjang tetapi bermakna? Menulis, diedit, dan diperbaiki. Semakin sering menulis semakin bermakna kata-katanya.

πŸŽ“ Bagaimana memanfaatkan waktu menulis selesai beraktifias, sedangkan ada situasi meng-cut untuk kegiatan lain? Bagaimana memudahkan ide tulisan mengalir dengan baik, sehingga selesai paragraf demi paragraf terutama dalam genre opini / ilmiah?

πŸŽ“ Jika menulis sedikit demi sedikit dan terjeda waktu yang cukup lama. Apakah tidak mempengaruhi gaya bahasa? 

πŸŽ“ Tulisan yang bagaimana jika dikatakan baik dan menarik? 

πŸŽ“ Bagaimana caranya untuk bisa menulis kembali pengalaman harian yang tertulis di dalam buku harian atau ingatan tentang peristiwa mendalam menjadi sebuah tulisan yang menarik? Bagaimana cara membaginya dalam judul tulisan? Tulisan mudah dipahami dan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda, terhubung(singkron) antar paragraf, konsisten dengan ide dan tulisan serta taar aturan.

Pesan dari Prof. Ngainun malam ini untuk seluruh peserta pelatihan " Menulis itu mudah, kuncinya kita sendiri yang membuat mudah. Jangan hanya berfikir tentang menulis tetapi segera praktik menulis."

Semangat para pejuang  literasi!!! 


Wassalamu'alaykum wa rohmatullahi wa barakatuh



Jumat, 10 Juni 2022

MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

Resume Pertemuan ke- 11  Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Oleh Atutiningsih



Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Hari / tanggal    : Jum'at, 11 Juni 2022

Judul                 : Mengelola Majalah Sekolah

Narasumber      : Widya Setianingsih, S.Ag

Moderator         : Mutmainah


Ψ¨Ψ³ْΩ€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω€Ω…ِ Ψ§Ω„Ω„ّΩ‡ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ†ِ Ψ§Ω„Ψ±َّΨ­ِيْΩ…

Ψ§َΩ„Ψ³َّΩ„Ψ§َΩ…ُ ΨΉَΩ„َيْΩƒُΩ…ْ وَΨ±َΨ­ْΩ…َΨ©ُ Ψ§Ω„Ω„ّΩ‡ِ وَΨ¨َΨ±َΩƒَΨ§ΨͺُΩ‡ُ 

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla yang melimpahkan nikmat sehat dan kesempatan sehingga malam ini dapat bersama dengan orang-orang hebat dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI secara online yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd bapak bloger Indonesia.

Materi malam ini berjudul Mengelola Majalah Sekolah yang disampaikan oleh narasumber hebat dan sholehah Ibu Widya Setianingsih, S.Ag dan dipandu oleh modertor keren nan imut ibu Mutmainah.

Ibu Widya Setianingsih, S.Ag adalah seorang guru di MI Khadijah Malang alumni BM 21 yang kariernya melesat bak pesawat jet  dari peserta menjadi moderator sekaligus narasumber, kurator, dan sekarang merangkap menjadi editor, penulis buku puisi "Laras laras makna dalam kata" .Sekaligus pimpinan redaksi majalah sekolah yang bertajuk KHARISMA DI MI Khadijah kota Malang. 


SELUK BELUK MAJALAH

MENURUT KBBI MAJALAH ADALAH :

Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

πŸ“—Menurut Waktunya

Berdasarkan Waktu penerbitannya, majalah dibedakan atas: majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya.

πŸ“— Isinya dibedakan

Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.


LANGKAH LANGKAH MENERBITKAN MAJALAH SEKOLAH

1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah

2. Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya. 

3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll. 

4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll

DAPUR MAJALAH








I. Menyusun Redaksi Majalah Sekolah

1. Penasehat : Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah

Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah

2. Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah

Tugasnya : Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) 

3. Pimpinan redaksi : Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.

4. Editor. Tugasnya: Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan.

5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

6. Fotografer  Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

7. Layout. Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan

8. Bendahara : Tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah

Majalah sekolah memilki manfaat yang sangat penting.












II. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah.

1. Membuat nama majalah. 
Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat.Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.
Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA. KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration.         

2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan
  • Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2.
  • Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
  • 3. Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.
  • 4. Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik. 
  • 5. Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.
  • 6. Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll. 
  • 7. Kegiatan Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll. 
  • 8. Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.
  • 9. Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
  • 10. Info dan pengumuman: Info ujian, libur dsbnya













III. Mengajukan ISSBN. 
Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.

IV. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah. 
Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan wali murid.
Saran : 
✍️Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
✍️Tidak menggunakan bahasa terlalu formal/kaku.
✍️Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan. 
✍Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan) Misalnya hay gaess, hai sobat (sapaan  untuk para pembaca) 
πŸ‘‰Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.

V. Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. 
Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya : 
πŸ‘‰πŸ» Tetap Berprestasi di Masa Pandemi.
πŸ‘‰ Semakin Berilmu Semakin Berakhlak
πŸ‘‰  Lets go green
πŸ‘‰ Raih Mimpi Setinggi Bintang
πŸ‘‰πŸ» Hold Your Star, dan lain sebagainya.

VI. Cover dan Layout Menarik. 
✍️Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah. 
✍️Mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.

Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah. 
✍️Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD,SMP, SMA).
✍️Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.
✍️Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. 

Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

VII. Pembiayaan. Pembiayaan digunakan untuk:
1. Biaya cetak majalah
2. Membayar HR crew
3. Pembelian hadiah kuiz dll

 Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3.

1. Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
2. BOSDA 
Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.
3. Sponsor.
Bisa dengan menggandeng  walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah. Semakin banyak sponsor maka akan semakin menekan budget untuk pembiayaan majalah kita.

VIII. Percetakan. 
Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsApp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

IX. Pupuk Kekompakan Team. 
Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team

X. Upgrade Ilmu Secara Kontinue. 
Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

Ditengah - tengah menyampaikan materi, narasumber memberikan tantangan kepada peserta untuk menuliskan artikael tentang sekolah masing-masing.

Di akhir sesi dilanjutkan dengan tanya jawab. Para peserta menagjukan berbagai pertanyaan dan dijawab dengan jelas dan gamblang oleh narasumber. 
 
Barangsiapa tidak mau merasakan pahitnya belajar, ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya." - Imam Syafi'i

وَΨ§Ω„Ψ³َّΩ„َΨ§Ω…ُ ΨΉَΩ„َيْΩƒُΩ…ْ وَΨ±َΨ­ْΩ…َΨ©ُ Ψ§Ω„Ω„ّٰΩ‡ِ وَΨ¨َΨ±َΩƒَΨ§ΨͺُΩ‡ُ



SDN 008 Lubuk Kembang Sari

 


Mendengar nama SD kami selalu di identikkan dengan tokoh anak - anak Saras 008. Seringkali para siswa jika ditanya dimana sekolahnya mereka menjawab " Saras 008 " sambil tersenyum. Sekolah yang berada jauh di ujung perbatasan kabupaten didirikan pada tahun 1992. Peserta didik berasal dari berbagai daerah karena penduduk yang heterogen dari program transmigrasi pada era Presiden Soeharto, dan juga penduduk asli yang sudah lama menetap. Beragam budaya dan latar belakang ekonomi dan sosial ada di sekolah.

Kepemimpinan SDN 008 Lubuk Kemang Sari sudah mengalami pergantian sebanyak empat kali. Kepala Sekolah yang pertama Bapak Syeh Hadi, memimpin sekolah kurang lebih 10 tahun. Beliau diangkat menjadi Pengawas Sekolah dan di gantikan oleh Bapak Sambi, S.Pd.Sd. Mulai bertugas di SDn 008 LKS dari tahun 2007 - 2015. Dengan adanya rotasi kepemimpinan beliau digantikan oleh Ibu Riatun, S.Pd.SD dari tahun 2015 - 2020. Setelah menjabat selama 5 tahun beliau dipindahkan di sekolah SDN 05 Bukut Jaya dan digantikan oleh Bapak Dian Sudianti, S.Pd.SD sampai saat ini. 



Rabu, 08 Juni 2022

Menulis Cerita Fiksi itu Mudah

Resume Pertemuan ke-10  Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Hari / tanggal    : Rabu,8 Juni 2022

Judul                 : Menulis Cerita Fiksi itu Mudah

Narasumber      : Sudomo, S.Pt.

Moderator         : Sigid Purwo Nugroho

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Assalamu'alaykum, selamat malam pembaca semua.

Alhamdulillah,,,Alhamdulillahirobbil'aalamiin.

Syukur tak henti dipanjatkan kehadirat Illahi Robby, malam ini masih diberi nikmat sehat dan kesempatan bersua dalam maya dengan orang-orang yang Maa Syaa Allah hebat. 

Pada pertemuan ke -10 ini materi diasampaikan oleh seorang narasumber hebat dengan segudang karya luar biasa. Inilah profil beliau:


 





Menulis bisa dikatakan mudah, bisa juga dikatakan sulit. Baik itu menulis fiksi atau non fiksi. Dasar utama dalam menulis fiksi adalah niat dalam diri atau Mulailah dari Diri . Menulis apa saja yang disukai atau menulis cerita pengalaman sendiri. Apapun ceritanya itu merupakan awal yang baik untuk memulai belajar menulis fiksi. 

Dengan niat yang kuat untuk mulai menulis fiksi yang bersumber dari pengalaman atau cerita yang disukai, mulailah untuk Eksplorasi Konsep. Dengan menggali berbagai pengalaman kemudian dituangkan dalam bentuk fiksi dapat melahirkan karya yang bernilai tinggi. Fakta menunjukkan bahwa genre fiksi 12% disukai pembaca, artinya genre fiksi termasuk memiliki nilai market yang tinggi. 

Bentuk - bentuk cerita fiksi antara lain :

🌺 Faksimini ( Beberapa kata yang menggambarkan satu cerita utuh )

🌺 Flash Fiction ( Jumlah kata khusus, misalnya 50 kata, 100 kata , dan lain-lain )

🌺 Pentigraf ( Cerita pendek tiga paragraf )

🌺 Cerpen ( Jumlah kata < 7000 kata )

🌺 Novelet ( Jumlah kata mulai dari 7.500 - 17.500 kata )

🌺 Novela ( Jumlah kata berkisar dari 17.500 - 40.000 kata )

🌺 Novel ( Jumlah kata lebih banyak dari 40.000 kata )

Perbedaan Tema dan Premis

Tema                                                                                    Premis

πŸ““ Ide pokok cerita                                                              πŸ“• Ringkasan cerita dalam satu kalimat

πŸ““ Tips menentukan tema : dekat dengan penulis,              πŸ“• Unsur - unsur premis : karakter, tujuan

     menarik perhatian penulis, bahan mudah diperoleh,            tokoh, rintangan / halangan, dan resolusi.

     dan ruang lingkup terbatas.

πŸ““ Cara menentukan tema : menyesuaikan dengan             πŸ“• Cara membuat premis : tulis masing - 

      minat, mengangkat kehidupan nyata, berimajinasi,             masing unsur pembentuknya kemudian

    membaca, dan mendengarkan curahan hati.                        rangkai menjadi satu kalimat utuh.

πŸ““ Contoh tema : Berkah kejujuran, Pendidikan dan          πŸ“• Contoh premis : Seorang anak yang me-

      kemiskinan; Persahabatan tiga anak SD;                             ngajak dua orang temanya melakukan

      Pengalaman siswa selama belajar di rumah;                        perjalanan ke rumah kakeknya dan ber-

      Perjuangan guru selama pembelajaran jarak jauh.               usaha memperoleh pemahaman tentang

                                                                                                    materi IPA.

Tujuan membuat premis adalah agar memudahkan kita dalam mengembangkan cerita. Sehingga rangakain kejadian atau alur / plot akan tersaji dengan runtut. Macam - macam alur antara lain : alur maju, alur mundur, alur campuran, alur flashback, dan alur kronologis. Unsur - unsur alur meliputi : Pengenalan cerita, awal konflik, klimaks ( puncak konflik ), Penyelesaian ( ending ). Unsur - unsur plot tersebut urutanya dapat diubah tergantung pada jenis alur yang dipilih. 

Penokohan merupakan :

🌻 Penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita

🌻 Macam-macam tokoh : protagonis, antagonis, dan tritagonis.

🌻 Teknik penggambaran tokoh : analitik, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan tokoh, tata bahasa               tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.

Latar / Setting :

🌻 Penggambaran waktu, tempat dan suasana terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita.

🌻 Jenis - jenis latar : latar waktu, latar tempat, latar suasana. latar sosial, latar material dan latar                  integral.

Sudut pandang merupakan :

🌻 Cara penulis menempatkan dirinya terhadap cerita yang diwujudkan dalam pandangan tokoh cerita.

🌻 Macam - macam sudut pandang : Orang pertama tunggal, orang pertama jamak, orang kedua, orang       ketiga tunggal, orang ketiga jamak, dan campuran.

Berikut peta konsep materi pada malam hari ini: 









Pemaparan materi malam ini sangat jelas dialnjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta. 

P1

Yandri Novita Sari.  

Gelombang 25

Asal Padang

Izin bertanya untuk pak Sudomo.

1. Dalam cerita fiksi berupa novel. Dalam pemilihan genre yang menjadi poin penting nya apa saja pak? 

2. Yang membuat novel itu banyak di buru pembaca apa saja pak? 

3.Apakah penulis pemula bisa menghasilkan novel yang bagus.. Kalau bisa apa kiat yang harus di tempuh penulis pemula?

Jawaban

Terima kasih untuk pertanyaannya, Bu Yandri. 

1. Poin penting dalam pemilihan genre adalah disukai dan dikuasai. Selanjutnya menyesuaikan dengan tren atau pasar saat ini. Berikutnya adalah menyesuaikan dengan syarat dari penerbit;

2. Pertama tema yang up to date; kedua nama penulisnya; ketiga sesuai selera pasar; keempat ditulis dengan baik. 

3. Bisa. Kuncinya adalah terus belajar. Caranya, menulislah!

P2

Nama : Wiwi Yulistia

Asal : Bandung

Pertanyaan : 

#apakah syarat untuk penulisan cerpen? 

# sebaiknya berapa tokoh yg harus diciptakan dlm cerpen, apakah dua tokoh sj atau tidak terbatas jml tokohnya?

Jawaban :

Terima kasih pertanyaannya, Bu Wiwi. 

1. Syarat menulis cerpen di antaranya, yaitu mengandung unsur yang baik. Misalnya, alur/plot yang jelas. Dalam artian ada awal, tengah, dan akhir yang menarik. Membuka cerita dengan menarik, kemudian mengembangkan konflik dengan baik, dan menutup cerita dengan baik. 

2. Bebas, Bu. Namun, tidak sebanyak dalam novel. Syaratnya karakter tokoh benar-benar tergambarkan dengan baik.

P3

Theresia.

Pangkal Pinang.

Gel. 25

Pertanyaan saya berikutnya pak ;

1.  Bagaimana cara efektif utk menemukan tema dari sebuah cerita ?

2.  Manakah yg terlebih dahulu dimiliki oleh calon penulis cerita fiksi : tema atau konsep cerita ?

Jawaban :

Terima kasih pertanyaannya, Bu. Saya akan coba jawab, ya. 

1. Cara efektif menemukan tema sebuah cerita adalah membacanya secara cermat. Tentukan garis besar cerita dengan menandai kejadian-kejadian penting dalam cerita. Termasuk di dalamnya adalah memahami karakter tokoh dalam cerita. 

2. Konsep cerita. Kenapa? Karena tanpa konsep cerita yang jelas tema tidak akan berarti apa-apa. Oleh karena itu bagi calon penulis fiksi terlebih dahulu memahami konsep cerita yang akan ditulisnya. Tema rasanya lebih mudah untuk dipelajari karena bisa berasal dari diri kita sendiri atau sekitar kita.

P4

Perkenalkan saya Indaryati dari Temanggung

BM 25

Terus terang saja saya merasa asing dengan tulisan fiksi, jarang sekali menulis fiksi saya merasa menulis artikel, essay lebih mudah dari pada fiksi, pernah menulis tentang jodoh tetapi hanya sekitar 500 karakter, sedangkan untuk menulis lebih dari itu masih buntu. Ada seseorang yang merasa menulis fiksi lebih mudah karena kita yang memainkan perannya bak seperti kita ibarat sebagai dalangnya.

Tapi tetap saja saya merasa kesulitan sampai sekarang

Pertanyaan saya pak bagaimana tipe dan cara supaya menulis fiksi terasa mudah dan menyenangkan

Jawaban :

Salam kenal, Bu Indaryati. Terima kasih untuk pertanyaannya. 

Tips dan cara menulis fiksi terasa mudah dan menyenangkan adalah dengan terus mencoba memulai menulis dan menyelesaikan tulisan. Selain itu adalah dengan cara menikmati setiap tahap penulisannya sebagai sebuah proses kreatif. Hanya dengan begitu tidak akan ada lagi keterpaksaan saat menulis. Sedikit demi sedikit akan terbiasa hingga akhirnya jatuh cinta luar biasa.

P5

Saya Een dari Balikpapan, gelombang 25

Tanya

Jika harus ada outline apakah itu bisa menjadi ruang gerak menulis terbatas. Ide imajinasi hanya tertuju pada tantangan dan resolusi. Jika lepas dari kerangka apakah menjadi masalah untuk melanjutkan hingga akhir

Jawaban :

erima kasih pertanyaannya, Bapak/Ibu Een. 

Fungsi outline memang membatasi apa yang kita tulis. Namun, bukan berarti tidak boleh ada perubahan di tengah jalan. Bebas. Silakan. Hanya saja dengan outline yang sudah fiks sejak awal proses penulisan ada jaminan tulisan akan bisa diselesaikan. Berdasarkan pengalaman menulis tanpa membuat outline, karena keasyikan menulis akhirnya semua ingin ditulis di tengah proses menulis. Dampaknya justru tulisan semakin ke sana kemari dan akhirnya tidak selesai. πŸ˜…

P6

Assalamualaikum pak saya Bu Elmi, Gel 25 dari Riau, mau bertanya pak. Berawal dari mana bapak tertarik menulis cerita fiksi. Bagaimana caranya membedakan cerita fiksi dengan non fiksi. Apa ciri khas yang menonjol dalam cerita fiksi. Mohon arahannya pak terimaksih

Jawaban :

Walaikumsalam. Terima kasih pertanyaannya, Bu Elmi. Ketertarikan awal sebenarnya dari curhat pribadi di blog. Sedang ada masalah dalam kehidupan nyata akhirnya memilih menyembunyikannya lewat cerita fiksi. Dari situ kemudian keterusan belajar menulis cerita fiksi. Perbedaan jelas, bahwa fiksi berdasarkan imajinasi penulis. Meskipun berdasarkan kisah nyata atau data lapangan asli, tetap saja fiksi ada bumbu-bumbu penyedapnya.

P7

Rumiati, MAN Kota Palangka Raya

Gel. 25.

Selamat malam Bapak Sudomo,  S. Pt. 

Yang ingin saya tanyakan, 

1.  dimulai dari mana supaya tulisan fiksi kita dikategorikan bagus

2. Sebaiknya untuk tukoh utama yang menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku itu menggunakan kata..saya.. Atau.. Aku... Mohon pencerahannnya

TerimakasihπŸ™

Jawaban :

Selamat malam juga, Bu Rumiati. 

1. Dimulai dari niat dan komitmen untuk memulai menulis dan menyelesaikan tulisan. Tidak ada karya fiksi bagus yang tidak diselesaikan;

2. Bebas, Bu. Silakan saja pilih saya atau aku.

P8

Selamat malam,

Saya Sim Chung Wei, S.P dari Jakarta, BM 26

1. Apakah menulis dengan tema yang sedang tren, seperti waktu trean nya Harry Potter, dan kita membuat cerita dengan genre serupa membuat kita seperti plagian atau ikut-ikutan tren saja?


2. Dalam menulis cerita science-fiction, apakah kita perlu menyesuikan dengan teori IPA yang ada atau bahkan lebih baik, menabrak teori yang ada dengan tetap mementingkan logika dan kemungkinanyang terjadi? spt hal nya bbrp novel yang menceritakan wabah di masa depan dan beberapa dikaitkan dengan corona saat ini.

Jawaban :

Selamat malam, Bapak/Ibu Sim Chung Wei

1. Tidak. Setiap penulis memiliki gaya penulisan yang berbeda. Tema sama akan menjadi tulisan berbeda dari yang lainnya;

2. Dalam hal ini fiksi tidak terbatas. Teori IPA bisa saja menjadi dasar penulisan. Tugasnya penulis fiksi adalah menjadikan hal tersebut menjadi pemicu bagi pembaca untuk mencari tahu lebih lanjut tentang kebenaran yang sesungguhnya. Itu hakikat cerita fiksi yang sesungguhnya

P9

Pertanyaan

Nama: Sumiati

Gelombang 26

Apakah sebuah cerita yang kita tulis tergolong cerita fiksi atau non fiksi padahal yang kita tulis adalah berdasarkan kisah nyata tapi tetap dibumbui oleh imajinasi penulis?

Jawaban :

Terima kasih pertanyaannya, Bu Umi. Tulisan jika dibumbui  dengan imajinasi penulis  berarti sudah termasuk tulisan fiksi.

Assalamu'alaikum

Ahmad Sahudin

Gel 26

Lombok Barat

Saya punya tulisan terkait kisah diri sendiri dengan kisaran 60 halaman. Selama ini saya kurang termotivasi untuk menyelesaikannya karena akan masuk ke genre apa dalam cerita piksi. Agar tulisan saya itu bermanfaat minimal bagi saya sendiri, harus diapakan tulisan itu? Kalau mau diterbitkan, ada tidak angka kreditnya? 

Jawaban :

Walaikumsalam. Kalau memoar pribadi termasuk nonfiksi, Pak. Harus diselesaikan agar bermanfaat. Catatan perjalanan diri sendiri selain sebagai pengingat perjuangan juga akan menjadi inspirasi bagi orang lain. Terkait AK saya tidak berani menjawab karena masih belum paham betul juga dengan buku 4 dan 5 tentang Kenaikan Pangkat. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa langsung dipelajari buku panduannya, Pak.

P11

Aroviah Afifi

Assalamualikum pak mazmo 

Saya tertarik sekali akan fiksi, dulu semasa usia Remaja saya suka sekali berimajinasi membuat sebuah kisah,  namun dari setiap imajinasi itu tidak pernah berhasil saya tulis .

Nah saat ini saya juga sedang belajar menulis fiksi 

Dengan panduan premis, juga faktor pendukung seperti  alur, tokoh, setting dll.

 namun fiksi yang saya tulis  Kisahnya  datar . Sehingga  tulis saya mandek. 

Bagaimana cara saya menggali ide, konflik serta  pesan yang ingin saya sampaikan sehingga cerpen atau cerber saya jadi lebih hidup?

Jawaban :

Walaikumsalam, Bu Ovi. Untuk bisa menghidupkan cerpen atau cerber kuncinya adalah membuat karakter tokoh atau unsur-unsur lain yang hidup. Caranya bisa menggunakan teknik show don't tell. Selain itu bisa dengan terus mengasah kemampuan menulisnya. Caranya ya teruslah menulis. Pengalaman saya pertama menulis cerpen dulu ya kalau sekarang dibaca lagi pasti bikin senyum-senyum geli sendiri.

Dengan berakhirnya sesi tanya jawab tersebut, berakhir pula materi pada pertemuan malam ini. Terimakasih saya ucapkan kepada bapak Sudomo dan juga moderator yang sudah menyampaikan materi. In Syaa Allah selangkah  demi selangkah mulai menapakkan kaki dalam dunia menulis. Closing yang luar biasa " Bagaimanapun juga belajar terus akan menjadikan kita seterusnya sebagai pembelajar."

Wassalamu'alaykum Wa Rohmatullahi Wa Barrakatuh


Riau, 6 Juni 2022

Astutiningsih


  Resume Pertemuan ke- 1     Pelatihan Belajar Menulis PGRI Oleh Atutiningsih Hari / tanggal      : Senin, 22 Agustus  2022 Judul           ...